Implementasi arsitektur EfficientNet-B0 untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan tingkat sangrai biji kopi secara presisi, langsung dari *browser* Anda.
Kategorisasi dataset berdasarkan tingkat suhu dan durasi *roasting* — lihat referensi
Fase Mentah
Biji mentah dengan kadar air tinggi. Aroma masih menyerupai tanah dan rerumputan liar.
± 180 - 205°C
Berhenti sesaat setelah *first crack*. Tingkat keasaman (*acidity*) optimal dengan *body* ringan.
± 210 - 221°C
Keseimbangan sempurna asam manis dan kepahitan. Aroma karamel mulai terbentuk kuat.
± 221 - 249°C
Melewati *second crack*. *Body* tebal, rasa dominan pahit/smoky, minyak kopi keluar.
Tahapan ekstraksi dari kebun hingga ke cangkir — lihat referensi
Pemilihan *coffee cherry* merah, dilanjutkan pengupasan metode *wash, honey,* atau *natural*.
Penjemuran untuk menurunkan kadar air ke batas aman, mencegah fermentasi berlebih.
Reaksi Maillard yang mengubah komposisi kimiawi biji. Variabel inilah yang dipelajari oleh model kami.
Penghancuran struktur seluler biji dan proses pelarutan padatan kopi ke dalam air panas.
Topologi region pembentuk variasi warna dan tekstur — lihat referensi
Cita rasa kompleks dengan *body* tebal. Biji mentah cenderung kebiruan khas giling basah.
Keasaman rendah dengan aksen rempah dan *earthy*. Bentuk biji umumnya lebih padat.
Dikenal dengan *acidity* jeruk nipis segar akibat sistem tanam tumpang sari tanaman buah.
Karakter tegas, profil *earthy* cokelat, serta *body* kuat khas *wet-hulling* Sumatera.
Rasa manis alami dengan sentuhan karamel, aroma floral lembut, serta kekayaan rasa cokelat.
Menawarkan *acidity* buah segar dengan aroma bunga khas yang elegan, diproses *semi-washed*.
Perbandingan dua varietas komersial — lihat referensi
| Parameter | Arabika (Dataset) | Robusta |
|---|---|---|
| Bentuk Morfologi | Lonjong, pipih, belahan berkelok | Kecil, membulat, belahan lurus |
| Kandungan Kafein | 1.1% - 1.5% | 2.2% - 2.7% |
| Profil Sensori | Kaya rasa, *high acidity* | Pahit tajam, *full body* |
| Elevasi Tanam | 1.000 - 2.000 mdpl | 400 - 800 mdpl |
Indikator evaluasi standar pada biji kopi — lihat referensi
| No | Parameter | Penjelasan | Metode Penilaian |
|---|---|---|---|
| 01 | Warna biji kopi | Menunjukkan tingkat kematangan hasil penyangraian (green, light, medium, dan dark roast). | Pengamatan visual |
| 02 | Kadar air | Menunjukkan tingkat kelembapan biji kopi yang memengaruhi daya simpan dan mutu produk. | Uji lab |
| 03 | Densitas | Menggambarkan perubahan massa jenis biji kopi sebagai akibat proses penyangraian. | Pengukuran fisik |
| 04 | Aroma | Menunjukkan karakter aroma yang terbentuk selama proses penyangraian. | Uji sensori |
| 05 | Cita rasa | Menggambarkan karakteristik rasa kopi setelah proses penyeduhan. | Uji sensori |
| 06 | Tingkat cacat | Mengidentifikasi adanya kerusakan yang memengaruhi mutu. | Inspeksi visual |
Korelasi antara ukuran gilingan (*grind size*) dan durasi — lihat referensi
| Teknik Seduh | Grind Size | Waktu Ideal | Roast Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| V60 / Pour Over | Medium - Fine | 2.5 - 3.5 menit | Light - Medium |
| Espresso | Fine (Halus) | 25 - 30 detik | Medium - Dark |
| French Press | Coarse (Kasar) | ± 4 menit | Medium - Dark |
| Cold Brew | Extra Coarse | 12 - 24 jam | Light - Medium |
Landasan teori dan cara kerja sistem — lihat referensi
Sistem ini dibangun di atas *Convolutional Neural Network* menggunakan arsitektur EfficientNet-B0. Model ini menganalisis citra RGB dari biji kopi dan mengekstraksi peta fitur spasial (tekstur retakan/crack, warna, dan level minyak di permukaan).
Akurasi pemodelan bergantung pada resolusi dan pencahayaan gambar masukan yang diserahkan ke *server* Flask untuk diklasifikasi.
Biji yang disangrai *light roast* memiliki kerapatan (densitas) sel yang tinggi, menuntut suhu air lebih panas (95–97°C) untuk melarutkan senyawa rasa.
Sebaliknya, struktur sel pada *dark roast* sudah terdegradasi parah akibat panas oven, sehingga mudah terekstraksi. Suhu air yang disarankan lebih rendah (92-94°C) untuk menghindari pelarutan partikel rasa gosong secara berlebihan (*over-extraction*).